Kali ini saya akan membahas tema yang selama ini
mengganggu pikiran saya, karena setiap saya iseng mengetik nama saya di search engine yang muncul bukan akun
saya tetapi akun orang lain yang nama mereka persis atau serupa tapi tak sama
dengan saya. Kalau tidak percaya coba sendiri di rumah ya. Hehehe
Selama ini yang muncul hanya akun twitter saya, karena saya lebih dahulu menggunakan username atikamayangsari dibanding kembaran nama saya. Kalau blog, saya menggunakan tumblr, dengan alasan yang sangat klise karena masih tersedianya url atikamayangsari. Meskipun sekarang saya sadar jika blogspot lebih dikenal oleh search engine dibanding tumblr. Karena itulah saya akan memulai berblogspot ria, untuk mewujudkan visi saya.
Itu dari segi dunia maya. Kalau dunia nyata, Alhamdulillah, saya tidak pernah bertemu dengan orang yang bernama persis atau serupa dengan saya di kelas atau lingkungan pergaulan.
Namun, jika diluar wilayah itu pasti ada. Bisa jadi
nama depan atau nama belakang. Bisa dimaklumi jika yang ini karena tidak akan
membingungkan si empunya nama dan orang yang ingin menyapanya.
Itu nama pasaran dilihat dari sudut nama saya. Sekarang kita lihat dari segi nama teman-teman saya di kampus. Jika di fakultas lain diterapkan NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) genap satu kelas dengan NPM yang genap dan NPM ganjil dengan NPM yang ganjil, berbeda sekali dengan fakultas saya yang tidak mengenal jurusan dan dengan mahasiswa yang seabrek banyaknya disetiap kelas, cara membagi kelasnya hanya berdasarkan urutan abjad. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana lucunya bagi mahasiswa yang mendengar ketika dosen mengabsen lisan dan mengganggu konsentrasi dosen ketika mengabsen lisan. Misalnya, dosen saya memanggil Ahmad, bukannya si ahmad tunjuk tangan eh malah para Ahmad bertanya ‘Ahmad siapa, Pak?’ dan kejadian itu pasti terulang setiap kali ada absen lisan. Dan karena hal itulah, untuk memanggil ahmad yang kedua dan seterusnya ditambah dengan nama belakang mereka yang semakin membuat bibir dosen saya kelelahan. Hihihi
Nama-nama mayoritas (lebih dari dua orang) di
angkatan saya dan yang saya ingat adalah, Muhammad, Ahmad, Aulia (ada yang
cowok juga, karena saya taunya Aulia itu biasanya cewek), Ayu (Udah pasti
cewek), Anisa (meskipun ada juga yang ‘N’nya dobel jadi Annisa tapi bacanya
tetap sama kan?), dan Dedi. Kalau Atika nggak ada :D hehehe
Untuk menambah kesyukuran kita para pemilik nama
pasaran, saya hanya ingin menyampaikan untuk paragraf yg terakhir ini, nama
pasaran adalah nama yang dianggap baik oleh kebanyakan orang, untuk itu kita
patut berbangga. Yeay! Nama itu diberikan oleh orang tua/wali kita karena
mereka ingin kita menjadi sosok yang baik jika tumbuh besar nanti. Dan tugas
kita si pemilik nama adalah merealisasikan harapan mereka. Semangat!
0 komentar:
Posting Komentar